Minggu, 14 Juni 2015

Bid'ahkah sebelum ramadhan ke kuburan?

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita setiap menjelang datangnya bulan Ramadhan, banyak lokasi kuburan umum yang dipadati peziarah. Di Jakarta ini, jalanan menjadi agak macet, karena para peziarah seringkali memarkir kendaraannya di pinggir jalan pada bahu jalan yang sebenarnya dilarang parkir. Maka ramailah tukang-tukang parkir liar sibuk dengan pekerjaan kagetannya.
Begitu juga dengan tukang kembang, mereka menangguk rejeki yang musimnya hanya setahun sekali ini. Mereka sibuk berjualan bunga, air mawar dan berbagai macam asesoris urusan berziarah ke kuburan.

Dan para peziarah sendiri seringkali tanpa disadari secara kompak mengenakan kostum khas, pakaian atasan dan bawahan berwarna hitam, tidak lupa berkaca mata juga hitam, dan payung penahan panas matahari, yang entah siapa yang mengkoordinir, ternyata berwarna hitam juga.

Fenomena ini kalau kita perhatikan, nyaris menjadi sebuah tradisi tahunan, khususnya menjelang datangnya bulan Ramadhan, dan ditambah dengan hari Raya Idul Fithri.

Hukum Ziarah Kubur

Lalu apa hukum berziarah kubur dan bagaimana dasar dalil dari urusan ziarah kubur ini?

Dalam syariat Islam, awalnya Rasulullah SAW mengharamkan ziarah kubur. Alasannya saat itu karena para shahabat masih belum terbiasa untuk berziarah kubur tanpa melakukan kemusyrikan. Mengingat sebelum memeluk Islam, orang-orang Arab sudah terbiasa menyembah kuburan, meminta dan berdoa serta memberikan berbagai persembahan kepada ruh yang ada di dalam kubur. Sehingga Rasulullah SAW melihat sebaiknya ziarah kubur itu dilarang terlebih dahulu.

Setelah bertahun-tahun berjalan, dan kedalaman iman dan aqidah para shahabat dianggap telah kokoh dan mantap, tanpa ada resiko jatuh kepada jenis-jenis kesyirikan dalam kubur, akhirnya kemudian ziarah kubur itu dibolehkan kembali. Beliau dalam hal ini bersabda :

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا

“Dahulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang berziarah lah.” (HR. Muslim)

Tujuan Ziarah Kubur

Setidaknya ada dua tujuan utama kenapa kita berziarah kubur, selain karena memang ada perintah langsung dari Rasulullah SAW. Yang pertama melembutkan hati dan mengingatkan kematian dan yang kedua bertujuan untuk mendoakannya.

1. Melembutkan Hati dan Ingat Mati

Ziarah kubur adalah bagian dari syariat Islam yang diperintahkan dengan sah, dalam kapasitas ibadah sunnah. Di antara tujuan berziarah kubur sebagaimana dijelaskan di dalam riwayat dari Al-Hakim, hikmahnya adalah agar peziarah ini dapat melembutkan hati, berlinang air mata serta mengingatkan akan kematian dan hari akhir.

Tujuan ini disebutkan di dalam sabda beliau SAW :

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تَرِقُ القَلْبَ وَتَدْمَعُ العَيْنَ وَتُذْكِرُ الآخِرَةَ وَلاَ تَقُولُوا هَجْرًا

“Dahulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr).” (HR. Al-Hakim)

Jadi tema utama ziarah kubur yang sesuai dengan syariah adalah ingat mati, bersedih demi melembutkan hati yang keras.

Al Munawi berkata bahwa tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya.

Karena itu kalau direnungkan, adalah kurang tepat bila ziarah kubur ini dilakukan di hari-hari yang bahagia, seperti hari Raya Idul Fithri. Bukan tidak boleh atau haram, tetapi tema ziarah kubur pada dasarnya adalah tema kesedihan, sedangkan hari Raya bertema kegembiraan, bahkan orang yang berpuasa saja dilarang di hari Raya Idul Fithri. Maka kalau di hari itu justru kita datang ke kuburan, ada yang agak terasa janggal.

2. Mendoakan Yang Mati

Selain untuk mengingat mati, ziarah kubur tentu saja bermanfaat untuk kebaikan yang menghuni kubur. Sebab Rasulullah SAW telah mengajarkan kita untuk mendoakan orang yang di dalam kubur, mulai dari salam ketika datang hingga memohonkan ampunan kepada Allah atas dosa-dosanya, serta mendoakan kebaikan-kebaikan.

كَيْفَ أَقُولُ لَهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ قُولِي السَّلاَمُ عَلىَ أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ اللهُ المُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلاَحِقُوْنَ

Aisyah bertanya: Apa yang harus aku ucapkan bagi mereka (shahibul qubur) wahai Rasulullah? Beliau bersabda ”Ucapkanlah, Salam sejahtera untuk kalian wahai kaum muslimin dan mukminin penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului dan juga orang-orang yang diakhirkan. Sungguh, Insya Allah kami pun akan menyusul kalian”. (HR. Muslim)

Hal-Hal  Yang Dilarang Dalam Ziarah Kubur

Untuk itu agar ziarah kubur yang kita lakukan diterima Allah SWT sebagai ibadah, maka kita wajib menjaga dan menghormati ketentuan dan larangan yang telah Allah tetapkan.

Di antara yang dilarang dalam perbuatan ini yaitu berdoa dan memohon kepada ahli kubur agar mendapat rejeki yang banyak, agar mendapatkan jodoh untuk pasangan hidup, agar naik pangkat dan jabatan, agar dimenangkan dalam pemilu atau pilkada, dan juga untuk mendapatkan bocoran nomor judi buntut.

Sebab yang diminta tidak lebih mampu dari yang meminta. Sebab keduanya sama-sama makhluk Allah SWT yang tidak berdaya, khususnya mereka yang sudah wafat dan berada di alam barzakh.

Dan termasuk perbuatan yang keliru dalam ziarah kubur adalah memohon kepada ahli kubur petunjuk agama dari perkara hukum-hukum syariah. Bertanya dan meminta petunjuk ilmu agama bukan dengan cara ke kuburan, melainkan dengan cara menuntut ilmu agama secara serius, telaten dan berkesinambungan.

Juga diharamkan memberikan sesajen, sesembahan, sembelihan hewan, dengan keyakinan bahwa semua itu akan membahagiakan ahli kubur.

Tabur bunga dan siram air mawar pun sesungguhnya tidak ada manfaatnya bagi ahli kubur, kecuali sekedar keindahan bagi orang yang hidup.

Ramadhan dan Ziarah Kubur

Adapun perintah secara khusus untuk berziarah kubur menjelang bulan Ramadhan sebenarnya nyaris tidak ada dalil yang bersifat eksplisit. Sehingga hukumnya tidak secara khusus disunnahkan, apalagi diwajibkan. Maka bila Anda tidak ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan, sebenarnya Anda tidak melanggar ketentuan apapun, kecuali sekedar 'agak berbeda' dengan kebiasaan masyarakat di tempat Anda tinggal.

 

 

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Jumat, 05 Juni 2015

Bolehkah guru Nge-Blog?

Guru adalah bagian penting dalam pendidikan. Karena keberadaan guru tersebut, hendaknya guru berusaha menciptakan iklim yang kondusif bagi penciptaan kreatifitas dalam tugasnya. Termasuk bagaimana guru mampu menggunakan media internet sebagai bagian penting dalam melaksanakan tugas kependidikannya.
Memang sih, selama ini istilah guru nge-blog memang belum sepenuhnya dipahami oleh para guru. Acapkali ini disebagkan karena para guru emoh disibukkan dengan urusan yang dianggap kurang penting. Mereka seringkali mengenal dunia pendidikan hanya sebatas membaca buku-buku yang sudah ada sebagai bahan literatur dan bukti bahwa guru tersebut sudah melaksanakan tugasnya.
Yang lebih parah lagi, jika tugas pendidikan hanya sebatas di kelas dengan jalinan hubungan dua arah, antara guru dan siswa secara berhadapan, padahal akhir-akhir ini dunia pendidikan semakin berubah. Di  mana jika awalnya pendidikan bersifat konvensional dengan kebanyakan berdiri di depan kelas, saat ini sudah banyak mengalami kemajuan, di antaranya komunikasi melalui beragam media komunikasi modern termasuk internet.
Apalagi, sejauh ini, tekhnologi komunikasi termasuk internet sudah sangat menuntut kemampuan guru menggunakan media tersebut sebagai bagian pengejawantahan tugasnya sebagai rumah ilmu bagi para siswanya serta orang-orang di sekitarnya. Tentu saja tujuan guru menulis di blog adalah sebagai ajang berbagai, silaturrahmi dan ajang jalinan komunikasi tanpa batas. Di mana di dalamnya akan ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari dunia Blog tersebut.
Selain sebagai kegiatan yang sebenarnya amat bermanfaat, kegiatan nge-blog juga menjadi bagian tugas guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada para siswanya secara khusus serta kepada masyarakat luas demi menghadapi arus komunikasi digital yang semakin lama semakin maju. Tapi, bermunculan banyak ekses negatif dari mudahnya para pengguna (user) internet dalam mengakses konten negatif yang justru merusak generasi muda.
Adapun beberapa manfaat guru menulis di blog, atau bahasa gaulnya ngeblog yaitu:
  • Hakekatnya seorang guru selain ditugasnya mendidik di kelas, mereka juga dapat menyampaikan ide-ide atau gagasan positif pada dunia, tak hanya pada orang-orang di sekitarnya. Karena boleh jadi tulisan kita di blog akan dibaca oleh ribuan bahkan jutaan penduduk bumi yang tak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dari belahan dunia manapun, mereka bisa mengakses ide-ide atau gagasan positif tersebut sehingga cakupannya semakin luas, tak hanya lingkup kecil di kelas atau di sekolah kita.
  • Selain mengembangkan ide-ide atau gagasan, hakekatnya guru pun dituntut untuk menyampaikan informasi terkait bidang tugasnya, meskipun seringkali pula kebanyakan guru terkungkung pada dunia yang begitu sempit. Mereka takut bersosialisasi dengan dunia internet, karena menganggap dunia internet semata-mata berdampak negatif, padahal lebih dari itu, banyak ruang pengembangan diri yang tak terbatas yang bisa diperoleh dari bermacam-macam orang dengan karakter dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Boleh jadi kita bisa mengadobsi pengetahuan dalam pembelajarannya sejauh ilmu dan pengalaman itu masih bisa diterima dan sesuai dengan budaya dan karakter pendidikan di Indonesia. Yang pasti, banyak hal yang bisa dimanfaatkan di dunia blogger (para penulis blog), internet, yang saat ini menjadi bagian penting perkembangan peradaban manusia.
  • Menulis di blog, pun bermanfaat sebagai ajang komunikasi, diskusi dan berbagi pengetahuan. Selain para guru akan terasah dengan kreatifitas menulisnya, kegiatan menulis diblog dapat mengambil manfaat dari diskusi yang tentu dihadapkan akan menambah pengetahuan guru dalam proses pembelajarannya di sekolah.
  • Dunia internet (khususnya blogging) adalah dunia yang dipenuhi dimensi pengetahuan, jika guru mampu memilah dan meimilih beberapa hal yang bermanfaat, tak ada yang sia-sia jika mau melibatkan diri dalam dunia tulis menulis di sebuah blog.
  • Menulis di blog bukan semata-mata kegiatan yang sia-sia, karena di dalamnya banyak manfaat yang diperoleh. Selain manfaat secara immateril juga banyak blogger yang memperoleh materi (uang) dari rutinitasnya dalam dunia tulis menulis di sebuah blog.
Pada akhirnya dunia menulis di blog adalah bagian penting bagi peningkatan profesionalisme guru dalam pembelajarannya di kelas, serta peningkatan kompetensinya dalam jenjang pengetahuannya. Sehingga dengan menjadi blogger, selain sebagai hobby, iseng dan penyaluran bakat, di dalamnya akan banyak memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuannya dalam mengemban tugas sebagai guru yang lebih profesional. (maa)

Kamis, 04 Juni 2015

Selamat Datang di Blog Guru SMA Pembangunan Laboratorium UNP

Terima kasih telah mampir di blog kami, disini kami menyediakan artikel menarik dan macam-macam media pembelajaran yang dapat membantu anak-anak bangsa meraih prestasi dalam belajar.